Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Thursday, July 29, 2010

imperfection

Dear God, I feel so content. I am happy for all the imperfection I have and how I live such an imperfect life. Not everything is right, not everyone is okay. I am not okay. But I am happy that way. I am grateful that you bless me with an open heart to allow the bitterness of days. And I am thankful to know that perfection does not exist. Therefore, I am normal.

Dear God, Why do we wake up if we are to sleep? Why do we live if we are to die? Why do we meet if we are to say goodbye? Sometimes I don’t get it. Most of the times I don’t like it. But I know, this all teaches us something. That time is a constraint. That time is unavoidable. That time is unstoppable. And that humans will never everlastingly win. When we understand that, we then realize that nothing is more important than enjoying our days and make the people around us happy. So when time may no longer exist, people will remember us. And they smile when they do so. As beautiful memories.

Dear God,

As always, I enjoy talking to You...

good night...:)

[hasil copas dari copasan blog sebelah. i like this "letter" ]

Wednesday, June 9, 2010

achievement and grow up

setiap orang ingin menjadi pribadi luar biasa
setidaknya untuk orang terdekat bagi mereka
sedangkan luar biasa sering kali diidentikkan dengan deretan prestasi (achievement) yang dicapai

prestasi itu sendiri sudah begitu sempit maknanya
manusia sudah terjebak pada definisi prestasi yang dibuat oleh masyarakat
identik dengan piagam penghargaan, sertifikasi, atau pengakuan dari institusi tertentu

tidak ada yang mencatat betapa banyak prestasi yang sebenarnya telah kita torehkan
-banyaknya kosa kata yang kita hafal
-berapa banyak gerak fisik yang telah kita lakukan
-berapa banyak silaturahmi yang telah kita jalin
-berapa banyak permasalahan hidup dengan berbagai spektrumnya yang berhasil kita selesaikan
bahkan
-berapa banyak tulisan yang telah kita simpan dalam blog-blog kita yang merekam semua hal yang kita anggap penting dan berharga
-berapa banyak senyum yang telah kita tebarkan pada setiap wajah yang kita temui
-berapa banyak salam sapa yang telah kita sampaikan kepada setiap telinga yang kita jumpai

kita bahkan lupa akan semua hal itu
kita sering kali terpaku pada prestasi-prestasi yang bersifat konkrit
sedang prestasi abstrak yang kita lupakan tadi telah lebih banyak membantu kita tumbuh, grow up
bertumbuh sebagai manusia yang baru, semakin baik, semakin bijak

tidak perlu terlalu pusing untuk mendapatkan prestasi konkrit itu
karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menorehkan prestasi-prestasi seperti itu
sebagaimana tidak logis jika semua orang memiliki jenis pekerjaan yang sama
kesempatan yang berlainan ini semestinya tidak menghalangi proses kita bertumbuh
karena dalam kondisi apapun orang selalu memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
semua hal ini berbicara mengenai kemauan, bukan kesempatan.
kemauan akan menciptakan jalan untuk terus bertumbuh, entah dengan cara apa dan seperti apa bentuknya

sumber: tarbawi 17 juni 2010, otak

Wednesday, March 17, 2010

bidadari surga itu...

tak ada yang dapat mengalahkan kecantikan bidadari surga selain wanita yang sholihah....

Harumnya Bidadari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kecantikan Fisik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ

“Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)

Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari  haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.

Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.

Sopan dan Pemalu

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu:

“Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)

“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”

Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.

Putihnya Bidadari

Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)

al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.

Allah juga menyatakan,“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)

Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.

Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa,

“Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Subhanallah.....

Maraji’:
Mukhtashor Hadil al-Arwah ila Bilad al-Afrah (Tamasya ke Surga) (terj), Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah.

http: //www.muslimah.or.id/