![]() | |
| ilustrasi (a photo by @poskostudio86) |
Perdebatan
antara pilihan status perempuan menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir
sepertinya akan terus berlanjut. Mungkin nyaris abadi.
yang satu
mengagung-agungkan golden age, yang satu mengagungkan aktualisasi diri.
jujur, saya
gerah membaca status-status facebook atau twitter atau postingan blog, bahwa
ibu rumah tangga itu adalah pilihan terbaik, perempuan harus memilih itu.
ingat golden
age anak yang tidak akan terulang…
lalu
–terkesan memaksa- agar semua perempuan menjadi ibu rumah tangga.
begitu juga
sebaliknya.
well, let’s get back to the reality.
saya adalah
muslimah, sudah menikah, dan belum punya anak.
saya tahu
dan paham betul bagaimana peran seorang perempuan dalam menjaga estafet dakwah
untuk mengembalikan penegakan syariah Islam di bumi. dan saya tahu bahwa anak
adalah asset berharga baik buat dunia tapi juga hingga akhirat nanti. tetapi
untuk saat ini, dan entah sampai kapan, saya memilih menjadi perempuan pekerja.
DAN
- Jika semua perempuan menjadi ibu rumah tangga, lalu siapa
