Showing posts with label da'wah. Show all posts
Showing posts with label da'wah. Show all posts

Friday, July 20, 2012

Training Jurnalistik Kader PKS Kota Bandung

Bandung. Partai Keadilan Sejahtera mengadakan pelatihan jurnalistik untuk para kadernya. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali kader dalam bidang kepenulisan sehingga dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan partainya.
Pelatihan yang dilaksanakan pada hari pertama bulan Romadhon ini (21 Juli) disambut dengan semangat oleh para perwakilan dari setiap kecamatan dan kelurahan. Lebih dari 20 kader datang dan menyimak materi dari Agus Widodo dari pukul 10.00 hingga sore nanti. Acara ini tidak hanya mengenai jurnalistik tetapi juga pembekalan mengenai tekhnik dasar foto jurnalistik.
Setelah pelatihan ini diharapkan para kader dapat mempublikasikan acara/kegiatan di setiap DPRa dan DPC secara lebih masif.

Tuesday, July 3, 2012

haruskah ustadz berpolitik?


Pertanyaan itu ditujukan kepada ustadz fauzil adhim di akun twitternya (@kupinang). Pertanyaan ini muncul karena masyarakat melihat banyak seseorang yang bergelar ustadz terjun ke dunia politik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, ustadz fauzil menjawab:
makna politik adalah “al ihtimamu bi umuril ummah” yang artinya memperhatikan dan memperjuangkan urusan umat.

Maka, pertanyaan tersebut tidak perlu dijawab panjang lebar lagi dengan kalimat
"Haruskah ustadz memperjuangkan urusan umat?"

Thursday, June 21, 2012

Lula : Lulus Lama

Beberapa bulan yang lalu, ada yang pernah bertanya kepada saya mengenai beberapa hal, yaitu:
  1. Bagaimana pendapat anda tentang ADK yang lulus lama?
  2. Menurut anda, bagaimana pengaruhnya terhadap citra dakwah di masyarakat?
  3. (Tambahan, sebetulnya agak menghujam ketika ditanyakan, tapi tak apalah) Apakah memiliki alasan tertentu untuk lulus lama, misalnya karena dakwah?
Saya postingkan di sini saja agar tidak mubazir.
no offense ya... n kalau punya pendapat yang berbeda, saya cukup demokratis kok. ^_*
1. ADK yg lulus lama
sebuah fenomena yang sepertinya tak lekang dimakan usia. sejak periode awal dakwah tumbuh subur di kampus indonesia, sebagian ikhwah seperti sulit atau menomorduakan, bahkan menomorsekiankan amanah akademik.
menurut gue, itu memang tergantung prioritas yang bersangkutan sih. Karena ketika ikhwah "dipaksakan" untuk lulus tepat waktu atau ya..molor2nya satu semesterlah, kita harus liat dong latar belakang sulitnya kelulusan itu.
Penelitiannya yang emang amit-amit susahnya, dosen yang luar biasa sibuk ngalah-ngalahin menteri, atau bahkan memang dia sedang sibuk bisnis (ga sedikit kan yang sibuk bisnis? kayak temen-temen gue dulu) sehingga akademik jadi tersingkir ke pojokan, ga keliatan. atau bahkan sudah menikah, kemudian hamil, kemudian melahirkan. who knows? dan itu adalah sebuah rizki, bukan?
Tapi menurutku sih, klo mau molor ya jangan lama-lama lah... jangan sampe mentok ke limit waktu didepak dari kampus. kurang bagus. Hal ini karena mau tidak mau (gelar aktivitas) kita akan dilihat oleh teman-teman ammah, padahal kita selama ini kan menyeru pada kebaikan. Bukankah lulus tepat waktu adalah sebuah kebaikan? terutama untuk orang tua kita.

2. citra dakwah di masyarakat
well, mungkin akan ada beberapa yang memicingkan mata ketika mendengar kabar lama pendidikan seorang aktivis dakwah. akan tetapi ketika yang bersangkutan bisa menjadi pribadi matang yang menjadi motor penggerak dakwah dalam masyarakat, hal itu (lama lulus) tidak berpengaruh banyak.

3. dakwah.
Beberapa alasan yang bisa menjadi latar belakang lulus lama sudah dipaparkan di atas. Namun tak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian yang menjadikan dakwah sebagai "kambing hitam" atas kelulusan yang lama. padahal menurut gue, hal itu tidak akan terjadi ketika pengkaderan di tubuh kampus terlaksana dengan baik. Tidak ada lost generation yang menyebabkan ngesotnya pergerakan dakwah : tarik-tarikan kader, double job, dlsb.
Optimalkan kembali pengkaderan di kampus yang juga sangat berkaitan dengan kapasitas murobbi/murobbiyah di kampus itu. Kayaknya kader juga sudah mulai bosan dengan slogan elo lagi elo lagi.
Dakwah ga cuma di kampus. di luar habitat homogen itu masih banyak ranah dakwah yang belum tersentuh. Dakwah di masyarakat butuh kamu, cyiin...

*edisi males ngedit*

PS/Postscript: Masa Studi saya di kampus adalah 50 bulan.

Sunday, May 20, 2012

Silaturahim Sekolah Ibu DPC Lengkong

bismillah...
dengan nama Robb semesta alam, tiada Ilah yg berhak disembah selain-Nya.

Wanita adalah tiang negara dan agama. Peradaban yang besar berawal dari kokohnya karakter seorang wanita yang terangkum salam sosok seorang Ibu di keluarganya. Partai Keadilan Sejahtera, tidak hanya berusaha untuk mewarnai sistem pemerintahan saja tetapi berkontribusi pada grass root secara real. Yaitu dengan memberikan warna Ilahiyah kepada para Ibu yang diharapkan akan berdampak pada perbaikan karakter generasi berikutnya.
senam nusantara

Untuk memperat tali ukhuwah antar sekolah ibu yang telah terbentuk di kecamatan Lengkong, Bidpuan (Bidang Perempuan) DPC PKS menyelenggarakan acara Silaturahim Sekolah Ibu pada tanggal 22 April 2012. Tak kurang dari 200 peserta datang memenuhi halaman di Kelurahan Turangga, Kota Bandung.
sekilas di keriuhan acara

Acara ini diawali dengan olahraga bersama, sambutan dari beberapa tokoh diantaranya ketua DPC Lengkong dan anggota DPRD Kota Bandung. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba seperti lomba memindahkan belut, memasukkan benang ke jarum, lomba hias tumpeng, dan juga lomba cerdas cermat ala ranking satu.
sambutan

peserta lomba tumpeng

Alhamdulillah, rentetan acara bertajuk "Sekolah Ibu, Inspirasi Menuju Keluarga Cerdas, Mandiri dan Sejahtera" berjalan lancar dan berakhir sebelum waktu sholat dzuhur.

regards,
hikari azzahirah

dauroh untuk menyongsong kemenangan da'wah

bismillah...

usai menikah dan setelah hadiah sakit yang diberikah Allah, ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. mungkin sekarang akan lebih meng-ekspos aktivitas da'wah di Kota Bandung, khususnya di CD 4. saya sendiri ada di koordinasi halaqoh DPC Lengkong, sedangkan suami saya di CD 1 yaitu di DPC Cicendo. Alhamdulillah sampai sekarang hal itu tidak menghambat mobilitas aktivitas da'wah, bahkan membuat saya lebih banyak mengenal ikhwah di CD lain. alhamdulillah one more time.. ^^

salah satu agenda da'wah di CD4 utk para kadernya adalah dauroh tarhidliyah yang diselenggarakan pada tanggal 6 Mei 2012. memang sudah lama, tepat 2 minggu yg lalu.
harap maklum karena keinginan menulis mulai meletup2 kembali dalam diri beberapa hari yg lalu. :D

Pada dauroh ini, panitia menghadirkan dua pembicara untuk membakar semangat para kader dalam menyongsong sejumlah agenda besar dalam waktu dekat.
FYI, saya LUPA siapa nama pembicaranya.. -_____________-"
GOMEN...
yg pasti, seingat saya, pembicara pertama dari DPD dan pembicara kedua dari aleg PKS DPRD kota bandung.
pembicara dari DPD

bapak aleg

acara yg terbilang singkat ini diharapkan dapat menjaga semangat-semangat da'wah para kader, juga semangat berkorban demi kemenangan da'wah di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.


suasana coffee break akhwat


coffee break peserta ikhwan

PS:
foto2 lain masih banyak, tapi sepertinya tidak perlu semuanya diupload di sini.
sudah ada space lain untuk upload-an foto tersebut yaitu di grup FB CD 4.


Regards,
Hikari Azzahirah

Monday, October 17, 2011

sukses dalam Rumah Tangga dan Da'wah (part II)

dilanjutkan lagi ya postingan sebelumnya.
semoga bermanfaat... ^^

Berikut adalah beberapa catatan dari apa yang disampaikan oleh pak Budi Darmawan mengenai istri beliau almarhumah ustz. Yoyoh Yusroh tadi siang (16 Oktober 2011, red) di acara daurah ‘ailiyah kota Bandung:

Tiga tahun yang lalu pak Budi bertanya pada anaknya yang no 13, yang ketika itu berumur 5th.
'kalau sudah besar, dede mau jadi apa?'
Dengan yakin anaknya menjawab spontan : ' aku dong, kalau sdh besar mau jd anggota DPR!' Ayahnya kontan kaget dengan jawaban anaknya karena siapapun tahu bagaimana pandangan umum di republik ini tentang anggota DPR. Tetapi kemudian ia lanjut bertanya
'kenapa Dede mau jd anggota DPR?'
kata anak bungsunya itu: 'anggota DPR kan rajin shalat, rajin mengaji, rajin berdo'a!'
Jadi ternyata yang dimaksud anggota DPR oleh anaknya tidak lain, anggota DPR yang seperti umminya. Seperti itulah yang terekam di benak putri kecilnya itu.
Pak Budi Darmawan kemudian menceritakan beberapa keistimewaan Almarhumah ustzh. Yoyoh. Diantaranya:

1. Selalu membaca Quran dalam waktu luang maupun waktu sibuk.
Ketika sedang sibuk, ia membaca al Quran melalui IPadnya ketika brgkt dr rumah ke kantor sebanyak 1 juz, pulang dr kantor ke rmh mbaca 1 juz, plus disela2 kerja siang harinya sebanyak 1 juz. Total 3 juz. Ketika sedang ada wkt luang sehari bias sampai 5 juz. Jd ketika sedang sangat sibuk min 3x khatam/bln dan ketika agak luang bs 4-5x khatam/bln,

2. sangat tawadhu
3 tahun yang lalu, Pak Budi pernah menyampaikan dalam suatu acara, 'istri sy sdh hafal 21 juz' wajah almh memerah krn malu, dan sejak itu tidak pernah menyampaikan pada suaminya ttg jmlh hafalannya.
2 bln sblm wafatnya, beliau mengoreksi bacaan anaknya no. 8 yang hafiz tanpa melihat mushaf. Anaknya heran krn umminya seolah2 hafal bagian yang dibacanya. Saat itu terbongkarlah bahwa beliau sdh hafal 30 juz penuh. Dan hal ini tetap tidak diketahui anggota keluarga yang lain termasuk suaminya hingga beliau wafat. Subhanallah!
Ada juga tetangganya yang kenal akrab selama 15th, tetapi baru tahu beliau anggota DPR ketika wafatnya.

3.ustadzah Yoyoh adalah pembelajar yang cepat baik di dalam maupun di luar rumah.
mulai dari resep makanan mertua yang dikuasai seluruhnya dalam 2th usia pernikahan padahal beliau orang betawi dan mertuanya orang jawa, sampai kemampuannya mengoptimalkan gadget2 terbaru untuk ibadah dan dakwah. Ia pernah menghimpun dana 800jt melalu facebook untuk membangun pesantren tahfidz putri.

4. Tidak menyimpan marah.
Beliau juga tidak menyisakan persoalan sekecil apapun di rmh karena persoalan di luar lebih besar. Pak Budi pernah ingin marah pada beliau selama 3 hari, tetapi dengan sikap elegannya, kemarahannya hilang tidak lebih dari 5 menit.

5. saling mendukung dan berkompromi dengan suami dalam segala hal.
Ini diawali dengan adanya komitmen yang disepakati bersama sejak awal pernikahan, bukan sekedar komitmen di antara mereka berdua namun komitmen langsung kepada Allah swt, bahwa:

a. sukses berkeluarga diukur dari keberhasilan mengantar seluruh anggota keluarga ke syurga, antara lain dicapai dengan mengokohkan 2 pilar keluarga sakinah, yaitu robbatul bait dan tarbiyatul aulad
b. saling mendukung dan menerima masing2 sebagai individu yang tidak sempurna,
c. berbagi dalam syukur dan sabar bergantian.
Dalam mengatur urusan rumahtangga, dakwah dan kerja, (almh) Ust yoyoh terbiasa membuat jadwal kegiatan esok pagi hingga malamnya, penyusunan jadwal ini dituntaskan pada malam sebelum tidur termasuk daftar belanja dapur, dll. Ketika ditanya kenapa tidak besok pagi saja?, jawabnya:
'kalau ummi tunda sampai esok, berarti ummi kehilangan 1 hari untuk berkarya.'
Subhanallah!

Dalam mengatur urusan rumahtangga, dakwah dan kerja, (almh) Ust yoyoh terbiasa membuat jadwal kegiatan esok pagi hingga malamnya, penyusunan jadwal ini dituntaskan pada malam sebelum tidur termasuk daftar belanja dapur, dll. Ketika ditanya kenapa tidak besok pagi saja?, jawabnya:
'kalau ummi tunda sampai esok, berarti ummi kehilangan 1 hari untuk berkarya.'
Subhanallah!

6. Sangat taat pada suami, hingga hal2 kecil.
Contohnya, Beliau tidak memindahkan barang2 rumah kecuali dengan meminta pertimbangan suami. Pak Budi cerita, tidak lama sebelum ke jogja yang terakhir kalinya, ia minta izin memindahkan meja makan supaya ruangan jadi lapang, dan ternyata ruangan itu dipadati oleh para pelayat ketika beliau wafat tanpa ada seorang pun harus memindah2kan barang.

7. Tidak berhenti berdo'a
Ketika salah satu anaknya yang masih kecil marah2 hingga menyakiti umminya, beliau langsung menadahkan tangan di hadapan anak tersebut dan berdo'a memohon Allah swt memperbaiki anaknya, menjadikannya anak sholeh. Hasilnya, anak tersebut berhenti marah dan tidak pernah berbuat ulah lagi hingga beliau tiada.
Ada jg peristiwa bunga melati. Di depan rumah mereka ada serumpun bunga melati, ia brtanya apakah suaminya suka bunga melati? Ketika dijawab bahwa pak Budi suka, ia berkata
'kalau gitu ummi akan menaburkan bunga melati ini setiap hari di kamar tidur kita'
Pak Budi sangsi dengan janji istrinya, bagaimana mungkin padahal jumlah bunganya pada waktu itu tidak banyak? Sekali petik habis bunganya. Kata almarhumah: 'kita berdo'a saja pada pemiliknya supaya menjadikan bunganya ada terus tiap hari”
ia kemudian betul2 berdo'a di dekat pohon melati, dan luar biasa,,, sejak hari itu kuncup bunga melati seolah tak jemu bermunculan tiap hari. Setiap malam, kalau tidak salah catat, selama 10th beliau memetik 10-20 kuntum melati dan ditaburkan di tempat tidur mereka. Begitu juga dengan pohon mangga dan pohon jamblang/duwet yang baru berbuah lebat setelah dido'akan oleh almh.

8.Beliau sangat gigih dan tidak mudah menyerah.
Ketika ada rencana komisi 1 DPR RI berkunjung ke gaza. Beliau yang di komisi 8 melihat peluang u berkunjung ke negeri yang sangat dicintainya tersebut, ia pun minta diselipkan dalam rombongan. Sayangnya kesempatan itu ditutup oleh komisi 1 karena ini adalah agenda internal komisi. Ustadzah kemudian menemui ketua DPR, Pak Marzuki Alie, menyampaikan niatnya dengan hujjah2nya. Hingga ketua DPR itu akhirnya sangat mendukung beliau dan berkenan menuliskan surat Rekomendasi khusus agar beliau bisa ikut rombongan. Ketika sampai di Mesir, romb tertahan diperbatasan dan harus menandatangani surat perjanjian yang berisi 3 syarat:

a. Boleh masuk ke gaza tidak lebih dari 8 jam,
b. Selama di gaza harus dikawal oleh polisi/militer disana
c. Tidak boleh membawa uang sepeser pun.
Namun Ustadzah Yoyoh nekad menyelip2kan uang dibaju yang dipakainya, totalnya mencapai US$20rb, dengan resiko tertangkap. Karena menurutnya, tidak ada gunanya ke Gaza kalau hanya menonton derita mereka. Di akhir perjalanan singkat di gaza, ustadzah Yoyoh ke kamar kecil dan hal ini ternyata membuatnya tertinggal rombongan karena sudah mendekati 8 jam waktu kunjungan. Namun peristiwa tertinggal inilah yang membuatnya dapat berjumpa dengan PM Ismail Haniyah dan menyerahkan uang US$20rb tersebut langsung ke tangannya, untuk kepentingan pembangunan akhawat Gaza. Di kemudian hari ia mendapat rizki bertemu lagi dengan PM Gaza ini ketika ikut rombongan Viva Palestine dengan membawa bantuan yang jauh lebih besar. Ternyata PM Ismail Haniyah masih sangat ingat beliau karena terkesan dengan kegigihannya sewaktu kunjungan pertamanya ke Gaza dulu. Subhanallah.

MAKA APAKAH KITA TIDAK MENGAMBIL PELAJARAN??
Ummu Jaish ( Bandung, 16 okt 2011, 19 dzulqaidah 1432)

sukses dalam Rumah Tangga dan Da'wah (part I)

bismillah...
saya ucapkan jazakallah khoiron katsiron kepada Pak Syarif Hidayat, seorang muharrik da'wah yang semangat menebar kebaikan. terima kasih atas taujih yang dikirimkan kepada saya melalui email.

sore ini saya menyebarkannya kembali melalui blog ini. semoga menjadi sebuah pembelajaran agar dapat membangun keluarga yang menjadi miniatur peradaban. aamiin.

Bandung, 16 Oktober 2011

Selama setengah hari, dari jam 8 hingga setengah 12 siang, DPD Kota Bandung membuat daurah a'iliyah. Singkat namun cukup efektif, padahal menghadirkan pembicara yang punya nama, antara lain Ust Tate, Ust. Jalal Asy Syatibi, Ummi Shibghoh, Ibu Diah Nurwitasari, dan Bapak Budi Darmawan..

Sedianya panitia menghadirkan Ibu Netty (istri Gubernur Jawa Barat) tetapi beliau bhalangan. Tema utamanya tentang membangun keluarga haraky. Yang sangat menyedot perhatian audiens (yang sebagian besar bersama pasangannya). sesi kedua agendanya mengangkat contoh nyata profil keluarga haraky, yaitu keluarga (almh) ustadzah Yoyoh dan pak Budi.

Dimulai dari ungkap pengalaman bu Diah bsm beliau sjk di jerman hg menetap di bdengan, diklimakskan dengan testimoni dr pak budi tentang keistimewaan (almh) Bunda Yoyoh yang kontan membuat ratusan pasang mata bercucuran airmata, haru dan kagum bercampuraduk. Berikut sy kutipkan sdkt yang disampaikan oleh bu Diah dan pak Budi.... Semoga bermanfaat!

# Menurut Ibu Diah, ada faktor2 yang membuat ust. Yoyoh bs sukses dalam karir rumah tangga dan karir dakwah, antara lain:

1. 1. Sangat efektif dalam waktu.

beliau menguasai semuanya meski tidak hrs mengerjakan semuanya sdri krn beliau pandai mendistribusikannya pada orang yang tepat.

2. 2. Mengistimewakan siapapun.

sehingga semua yang kenal beliau merasa punya tempat yang istimewa di hatinya. Keramahannya tidak dibuat2 dan biasa memanggil dengan panggilan yang disukai lawan bicaranya.


3. Tidak menunda dalam kebaikan.

apa yang bs dikerjakan saat itu, langsung dikerjakannya. Misal dalam suatu kesempatan meeting bu diah batuk dan serak, esoknya ktk bertemu lg ust. Yoyoh langsung menyodorkan obat batuk tanpa banyak bicara dan tawaran basa basi. Dalam kesempatan pertemuan internasional, ia pernah tiba2 mghilang ktk istirahat, dan dtg tepat wkt ktk acara dimulai, rupanya ia sempatkan berbelanja baju u salah seorang utusan akhawat dr salah satu negara peserta.


4.
Sangat mudah mengapresiasi kebaikan orang lain (dengan perhatian, dengan hadiah).

misal hr ke 5 ramadhan thn lalu, beliau mengirim pesan via BBM u komunitas akhawat: siapa yang sdh khatam al Quran hr ini saya beri hadiah! Kebetulan Bu Diah sudah khatam, 2 hari kemudian paket hadiah yang dijanjikan sampai di bdengan. 'hanya' rehal kayu untuk alas quran, tetapi perhatian pada berlomba dalam kebaikan dan upayanya memenuhi janji sangat luarbiasa! Tidak perlu bnyk tanya dan bnyk pertimbangan. Amalkan saja! Itu prinsipnya


5.
Bersemangat untuk memanfaatkan perjalanan & setiap ada kesempatan untuk beramal sholeh.

Beliau senantiasa memanfaatkan wkt untuk dekat dengan AlQuran dan menularkannya pada yang lain. Pernah dalam 1 kesempatan kunjungan selama 1 mg bu Diah bersama beliau ke suatu tempat, beliau mengajak anggota rombongan: 'yuk kt jadikan pjalanan kt sbg perjalanan qur'ani! kt hafalkan surah pilihan yang disepakati dan disetorkan di akhir perjalanan.' Semua peserta sepakat dan jadilah momen 1mg itu dimanfaatkan u kerja dan menghafal quran. Seminggu berselang ada yang hafal surah maryam, surah al hujurat, sesuai kesanggupan msg2. Perjalanan kerja yang sangat istimewa dan bernilai.


6.
Bersemangat untuk ittiba’ Rasulullah s.a.w dan para sahabat.

Beliau suka sekali mengutip sirah, kisah shahabat/shahabiyah u menyampaikan amalan2 baik mereka yang layak ditiru oleh kita semua. Di akhir testimoninya bu Diah diminta menyampaikan pesan, khususnya berkaitan dengan pengalaman beliau bsm uszh Yoyoh.

Pesannya: 'Jangan pernah menunda itikad baik karena kita tidak tahu waktu yang tersisa utk kita.'

wallahu a'lam.