Friday, January 17, 2014

Bijak Menyikapi Gerakan ODOJ

saya copas saja artikel yang ditulis oleh Ustadz Nandar, Lc. tulisan ini sebagai pengingat buat saya juga bahwa segala amal selalu dan selalu tergantung pada niatnya. semoga bermanfaat.


Tentang ODOJ  Dari Ust. Nandar, Lc 
Haji itu syariat, KBIH itu metodologi. Tabungan haji itu strategi. Haji itu butuh dalil, KBIH itu produk intelektual utk mengorganisir ibadah haji, sedangkan Tabungan Haji adalah upaya seorang muslim utk mewujudkan kesempatan beribadah haji. 
Adapun seorang muslim memiliki niat buruk dlm ibadah hajinya, semisal krn berambisi mempunyai gelar "pak haji" di kampungnya atau ingin menduduki jabatan ketua takmir masjid yg mensyaratkan ia harus pernah berhaji,... maka ITU BUKAN DOMAIN KBIH utk bertanggung jawab atas ketidaklurusan niatnya tsb. 
Itu adalah wilayah Allah. KBIH tidak mungkin mampu menjangkau niat ibadah anggotanya. KBIH hanya mampu mengorganisir zhahir dari seorang muslim utk menunaikan haji, namun tidak bathinnya.

Polemik Status Perempuan: IRT atau bekerja?



ilustrasi (a photo by @poskostudio86)
Perdebatan antara pilihan status perempuan menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir sepertinya akan terus berlanjut. Mungkin nyaris abadi.
yang satu mengagung-agungkan golden age, yang satu mengagungkan aktualisasi diri.
jujur, saya gerah membaca status-status facebook atau twitter atau postingan blog, bahwa ibu rumah tangga itu adalah pilihan terbaik, perempuan harus memilih itu.
ingat golden age anak yang tidak akan terulang…
lalu –terkesan memaksa- agar semua perempuan menjadi ibu rumah tangga.
begitu juga sebaliknya.

well, let’s get back to the reality.
saya adalah muslimah, sudah menikah, dan belum punya anak.
saya tahu dan paham betul bagaimana peran seorang perempuan dalam menjaga estafet dakwah untuk mengembalikan penegakan syariah Islam di bumi. dan saya tahu bahwa anak adalah asset berharga baik buat dunia tapi juga hingga akhirat nanti. tetapi untuk saat ini, dan entah sampai kapan, saya memilih menjadi perempuan pekerja.

DAN

  • Jika semua perempuan menjadi ibu rumah tangga, lalu siapa

Thursday, January 9, 2014

Eksistensi ADK Pasca Pernikahan


Menjawab artikel http://rumahkeluarga-indonesia.com/eksistensi-adk-pasca-pernikahan-2198/, saya akan menuliskan pendapat saya mengenai pernikahan dan aktivitas dakwah.
saya alhamdulillah sudah menikah meski masih seumur jagung yakni hampir 2 tahun. mengenai fenomena yang disebutkan di artikel tersebut, saya juga melihatnya sendiri.

sedikit mengenai kami sebelum menikah:
saya aktif di LDK dan Dakwah Sekolah
suami saya aktif di dakwah siyasi dan Dakwah Sekolah

yang saya rasakan saat sudah menikah, saya masih terlibat di berbagai aktivitas dakwah di manhaj2 dakwah di sekitar kami tinggal. memang tidak persis sama ketika saya masih kuliah dulu, saya harus menyesuaikan bentuk partisipasi dakwah saya dengan tempat di mana saya tinggal. misalnya dulu saya aktif di LDK yang menjadi jantung pergerakan dan kaderisasi dakwah di Kampus, tetapi sekarang karena saya sudah pindah dan mengikuti suamis saya maka tentu saja saya sudah tidak terlibat secara langsung di LDK. Saya juga tidak melibatkan diri di LDK di sekitar rumah kami tinggal, tetapi meleburkan diri di berbagai aktivitas dakwah lain.

dan karena dakwah itu bermakna luas, maka saya juga tidak bisa mengungkung diri dengan definisi sempit bahwa

Monday, June 17, 2013

istikharah

"Takkan menyesal orang yang istikharah. Takkan rugi dia yang bermusyawarah." (HR Ath Thabrani) 

Libatkan Allah, sertakan orang Shalih

-salim a fillah- 
a photo by hikari

Sunday, June 16, 2013

Rahmat, Keridhoan, dan Surga

qabla dzuhur tadi saya baca Terjemah surat Al Baqarah 20-22. 
isinya begitu menyejukkan :)


  • Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (QS. 9:20)
  • Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, (QS. 9:21)  
  • mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. 9:22) 

Rahmat, Keridhoan, dan Surga.
apalagi yang dibutuhkan selain itu? 

a photo by hikari


Saturday, June 8, 2013

Aurat Rumah Tangga


tolong ingat dia, saat kita berbicara di media
bismillah...

saat lajang, mungkin kita bisa seenak jidat mengumbar kejelekan kita sendiri di hadapan teman
kita.bahkan menceritakan semua hal yang dilakukan dan dirasakan dari pagi hingga malam di blog pribadi atau akun media sosial mungkin menjadi hal yang lumrah. namun ketika sudah menikah, tentu ada yang berubah dan harus berubah!

ketika kita sudah menjejaki fase pasca nikah, saya perkenalkan dengan istilah “aurat rumah tangga”. kita sebagai pribadi memiliki batas2 tertentu bagian tubuh mana yang boleh dilihat oleh orang lain, begitu pula dengan rumah tangga dan keluarga kita.

kita mulai dulu dengan sebuah rumah yang kita tinggali bersama suami/isteri kita. seorang tamu asing yang datang ke rumah, tentu tempatnya adalah di ruang depan/ruang tamu yang merupakan ruang publik. kita sebagai pemilik rumah tentu akan segera menutup tirai kamar yang saat itu sedang terbuka atau belum tertutup dengan sempurna. umumnya kita akan merasa risih jika keadaan kamar kita ter-ekspos kepada orang lain. entah kamar kita dalam kondisi rapi atau berantakan. kenapa? karena itu adalah wilayah private atau ring 1 kehidupan keluarga kita berlangsung.

Sunday, May 26, 2013

Tetap Syar'i di Kala Snorkling

saya pikir banyak akhwat yang hobi main air. kadang kalau lagi rihlah di laut atau tempat yang berbau-bau air, banyak akhwat yang suka kalap. apalagi kalau sudah menyangkut snorkling. namun sayang kadang ada beberapa oknum yang rela menggadai idealisme ketika keinginan untuk snorkling ini begitu membuncah. misalnya
  1. menanggalkan rok dan menggantinya dengan celana panjang saja
  2. manset pun dibuang entah kemana
  3. kerudung pun dipendekkan atau dimasukkan ke dalam baju agar tidak ribet, katanya.

padahal menurut saya, hal itu tidak perlu dilakukan. sama sekali tidak perlu. kenapa? karena snorkling masih tetap bisa dilakukan dengan pakaian dan kerudung yang syar'i melekat di badan kita.
Buktinya? saya!