Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Thursday, December 15, 2011

bisikan hujan 2

Tirai hujan yang terbuka di tiap sore kota ini

hanya bercerita tentang satu kisah

yaitu dingin yang menggerogoti lipatan hati

hingga mampu membuatku berlari memeluk hangat

dan mendengar geletar rindu yang (juga) berdetak di dada kirimu


Rindu, 151211

~Hikari Azzahirah~

bisikan hujan 1

Kata itu terlontar dari tiap tetes bening yg jatuh ke pangkuan bumi

Pada butir pertama yang mengintip dari balik celah kelabu awan

Juga pada bulir kedua, ketiga,

hingga entah keberapa juta yg membasahi rekah tanah...

dan guratan namamu di batang cendana


Rindu, 151211

~Hikari Azzahirah~


Saturday, October 9, 2010

terima kasih

Kau, kembali menjadi wadah tumpah ruahnya semua keluh kesah
Menampung semua limbah pikiran yang terlanjur terakumulasi
Menerimanya tanpa protes
Bahkan mendaur ulangnya menjadi energy baru bagiku
Selalu begitu, hati yang penat kembali terisi dengan pikiran positif
Bagaimana aku akan berterima kasih padamu?
Sedangkan kata-kata itu selalu menghiasi tiap hari yang terangkai bersamamu, meski tersirat kadang…
Apakah aku harus mengukirkan namamu pada baris akhir coretan ini untukmu?
Tapi aku lebih memilih menghembuskan dua kata itu pada hujan yang selalu meningkahi kisah kita
Berharap, rombongan air yang berpindah dari tempatku kepadamu
memuat ribuan terima kasihku dan membasahimu dengannya

Monday, August 2, 2010

pusat orbit

sosok itu seperti mentari yang menjadi pusat revolusi
duniaku berputar pada sumbunya,
namun tak pernah mampu pergi
dari orbit elips yang tercipta antara aku dan dia
sesekali pernah ku coba melintasi garis edar yang lain
namun aku kacau...
bertabrakan dengan planet lain
hampir terlempar pada galaksi asing
dan akhirnya,
aku kembali padanya menjalin kembali garis yang mulai pudar
pada titik terjauhku darimu,
hangatmu masih mampu menyelimutiku
dan pada titik terdekatku,
gravitasimu tak pernah menyeret paksa aku mendekatimu
aku tak keberatan
jika kau yang menjadi titik pusat lintasan hidupku
karena aku tau, kau takkan menyakitiku.

*terinspirasi dari seseorang..... =)) :p*

Monday, July 26, 2010

sepertimu....

seperti bulan yang bersama dengan mentari menerangi bumi
seperti langit tanpa tiang yang menaungi bumi
seperti gunung sebagai pasak yang mengokohkan bumi
seperti kau yang ada di seberang sana, jauh dariku
namun mengukuhkan aku dengan caramu
menopang langkahku dengan iringan langkahmu di sampingku

seperti akar yang menjadi nafas sebuah pohon
seperti fondasi yang menjadi ruh bagi sebuah rumah
seperti denyut jantung yang menjadi irama kehidupan
seperti kau yang memberiku alasan untuk hidup
jatuh-bangun, tawa-tangis ku
semua bermuara padamu

seperti musik yang mengiringi setiap lirik lagu
seperti desauan angin yang mengalun lembut membelai dedaunan
seperti merdunya gemericik air
seperti kau yang memperindah episode yang kulalui
dengan hentakan keras, sentuhan sayang yang selalu ada untukku
beruntungnya aku...
meski sering kali aku lalai akan hadirmu
meski tak jarang aku marah padamu
yang selalu kau terima dengan kelapanganmu

beruntungnya aku yang memilikiMU,,,Robbku...

Sunday, July 18, 2010

bersamamu saat hujan menyapa

ketika matahari kembali tertutup kelabunya awan

bersamamu aku melintasi rute yang sama

seperti yang selalu kita lalui minggu lalu, dan minggu-minggu yang lain

mungkin jauh perjalanan ini,

namun bibir tak pernah mengeluhkan sengatan mentari

debu yang menyertai langkah-langkah kaki,

atau seperti sekarang, saat hujan menyapa bumi kembali

karena aku bersamamu...

ribuan tetes air tak menyurutkan langkah menuju lingkaran cahaya itu

bahkan mengundang gelak tawa ketika baju yang kita kenakan basah kuyup

tergelak saat semua orang memandang kita, yang nekad menerjang hujan

toh semuanya terbayar tunai ketika kaki melangkah ke dalam rumah itu

saat senyum mereka menyambut kita yang terlambat datang,

saat kekhawatiran itu terlihat di wajah-wajah mereka yang melihat kita, yang seperti tercelup ke dalam air

kedinginan karna hujan seperti sirna,..

lingkaran itu memang bercahaya, menyinari hati-hati kita semua...

dan bersamamu selalu indah, saudari-saudariku....

dedicated to

kesebelasan anggota lingkaran cahaya

Thursday, July 1, 2010

aku tak pernah mau

kau tau?

aku tak pernah mau hal ini terjadi [lagi] padaku

karna aku tau pada akhirnya aku yang akan terpuruk dan menyesali semua, bukan kau

kau tau?

pun aku tak pernah meminta semua ini dari siapapun, bahkan dari NYA

karna aku tau jika akulah yang kemudian akan menjadi korban dari semua ini

kau tau?

tak ada hal yang menyenangkan dari semua yang terjadi padaku saat ini, saat itu, atau mungkin di saat2 yang lain... ah...aku lupa kapan...

kau tau?

aku -dengan sangat- mempersilakan semua ini pergi,,jauuuhhh...untuk selamanya...

menghapus semua warna yang pernah tergores di kanvas yang ku punya

mengembalikan semua emosi yang terkuras karna hal sepele ini

ya, kau telah pergi

dan kupaksa pergi dari semua sudut nafas dan tiap jengkal memori dalam otakku

dan aku bahagia.

Sunday, June 27, 2010

garis pembeda

garis pembeda itu tipis,,
hingga tak teraba keberadaannya
bahkan aku lupa jika ia ada di antara ini semua
aku alpa akan keeksistensiannya, hingga aku lalai akan banyak hal yang harusnya ku waspadai

dan kini, ketika semua hal masih belum terlambat
ketika kaki ini masih belum melangkah terlalu jauh dari garis
aku menjatuhkan diri ke belakang
memaksa tubuhku menghantam bumi dan mencium tanah,
tak apa meski aku sakit dengan apa yang ku lakukan
asal aku tak menjadi yang tersakiti di akhir kisah ini.

garis pembeda itu tipis,
namun kini mataku akan memicing semaksimal yang ia bisa
mengawasi keberadaannya.

Wednesday, June 23, 2010

tengadahkan wajahmu

sesekali tengadahkanlah wajahmu ke langit

agar kau tau keindahan lukisan yang IA hamparkan dalam gelap terangnya kanvas itu

agar kau tau seberapa kecil nyata dirimu di hadapanNYA

betapa banyak yang kau lalaikan dalam luasnya lensa terbaik yang kau punya

sesekali tengadahkan wajahmu ke langit

agar kau tau seberapa luas yang pernah kau lihat

seberapa jauh kau dapat meraih semua yang ada di hadapanmu dengan segala keangkuhan yang hina

seberapa tinggi kau dapat melompat dengan kepercayaan diri yang kau punya

sesekali dongakkan wajahmu ke sana...

ke kanvas nan indah itu....

agar kau tau bahwa IA mencintaimu lebih dari siapapun

[puisi]

aku tak bisa mengukur hatimu,,
tak sanggup lagi menyelaminya
seperti berenang di pusaran air


lelah...

tapi kau memberiku sesuatu yang indah, yang ambigu
yang membuatku merajut tanya tiap waktu
huh...lagi-lagi tentangmu..


ku beranikan diri untuk menebak hatimu
menganalisa apa warnaku di hatimu
lagi-lagi ragu jawabnya


meski kau masih seperti dulu
biar kupendam dalam tanyaku
cukup kata perkata ini ungkapannya.


namun, sudikah kau berdoa untukku?
untuk kepergianmu, bayang-bayangmu,,

Wednesday, June 9, 2010

cinta hujan



air membuatku terpesona,

dengan kejernihan warnanya

dengan kesegaran yang ia bawa bersama dengan gemercik suara

hujan

yang memaksa ribuan ton air turun dengan begitu anggun dari awan-awan hitam

membawa harum aroma tanah

menghipnotis setiap indera

merefresh setiap pertemuan syaraf dalam tubuh

nyaman…

hujan

dengan nyanyian petir yang menari bersama kilatan cahaya

disatukan dengan deru angin yang menggetarkan setiap dahan

bentuk ketawazunan ciptaanNYA

hujan di mataku

seperti pesona keindahan pelangi yang membentang di antara langit dan bumi