Wednesday, June 9, 2010

achievement and grow up

setiap orang ingin menjadi pribadi luar biasa
setidaknya untuk orang terdekat bagi mereka
sedangkan luar biasa sering kali diidentikkan dengan deretan prestasi (achievement) yang dicapai

prestasi itu sendiri sudah begitu sempit maknanya
manusia sudah terjebak pada definisi prestasi yang dibuat oleh masyarakat
identik dengan piagam penghargaan, sertifikasi, atau pengakuan dari institusi tertentu

tidak ada yang mencatat betapa banyak prestasi yang sebenarnya telah kita torehkan
-banyaknya kosa kata yang kita hafal
-berapa banyak gerak fisik yang telah kita lakukan
-berapa banyak silaturahmi yang telah kita jalin
-berapa banyak permasalahan hidup dengan berbagai spektrumnya yang berhasil kita selesaikan
bahkan
-berapa banyak tulisan yang telah kita simpan dalam blog-blog kita yang merekam semua hal yang kita anggap penting dan berharga
-berapa banyak senyum yang telah kita tebarkan pada setiap wajah yang kita temui
-berapa banyak salam sapa yang telah kita sampaikan kepada setiap telinga yang kita jumpai

kita bahkan lupa akan semua hal itu
kita sering kali terpaku pada prestasi-prestasi yang bersifat konkrit
sedang prestasi abstrak yang kita lupakan tadi telah lebih banyak membantu kita tumbuh, grow up
bertumbuh sebagai manusia yang baru, semakin baik, semakin bijak

tidak perlu terlalu pusing untuk mendapatkan prestasi konkrit itu
karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menorehkan prestasi-prestasi seperti itu
sebagaimana tidak logis jika semua orang memiliki jenis pekerjaan yang sama
kesempatan yang berlainan ini semestinya tidak menghalangi proses kita bertumbuh
karena dalam kondisi apapun orang selalu memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
semua hal ini berbicara mengenai kemauan, bukan kesempatan.
kemauan akan menciptakan jalan untuk terus bertumbuh, entah dengan cara apa dan seperti apa bentuknya

sumber: tarbawi 17 juni 2010, otak

penyebab ketidaknikmatan dalam membaca Al Qur'an

ulama adalah orang-orang yang tidak pernah bosan dengan lembaran Al Qur'an
mereka senantiasa mengisi hari dengan tilawah, berkhalwat dengan Robbnya.
kenikmatan dalam membaca Al Qur'an telah mereka rasakan sehingga tilawah tidak menjadi beban bagi mereka
kemudian, banyak dari kita yang masih belum mengecap nikmat dari tilawatil Qur'an


sedikit p elajaran yang saya dapatkan dari seorang Ustadz yang saya kagumi

beberapa penyebab kita tidak merasakan nikmat ketika membaca Al Qur'an
1. secara dzohir
kurang/tidak bisanya bahasa arab
lembaran-lembaran Al Qur'an tersusun atas bahasa arab,
jika kita tak mengerti bahasa arab, bagaimana kita bisa mengerti apa yang sedang kita baca?
memang,kita terbantu dengan adanya terjemahan yang telah dibuat oleh para ulama kita
namun kita tau arti tersebut ketika kita membaca terjemahannya, bukan saat kita membaca Al Qur'an

bukankah kenikmatan itu akan lebih terasa saat kita benar-benar mengerti apa yang sedang kita baca?
seperti kenikmatan yang kita rasakan ketika bersenandung riang dengan lagu-lagu buatan manusia
kita menikmatinya, karena kita paham arti yang terkandung dalam lagu yang kita nyanyikan
2. secara ruhiyah
kondisi ruhiyah yang bermasalah, ketidaknyamanan ketika berinteraksi dengan ikhwah
atau perangkat-perangkat tarbiyah. hal itu kemungkinan besar berkorelasi positif dengan dosa-dosa yang telah kita perbuat
oleh karena itu, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah ber-istighfar kepada Alloh,    memohon ampun atas dosa2 kita.
kemudian memohon agar Alloh membantu kita untuk membaca Al Qur'an dengan khusyu' sehingga mampu mengecap kenikmatan yang telah dirasakan oleh ulama-ulama kita.



Cinta al qur'an....

cinta hujan



air membuatku terpesona,

dengan kejernihan warnanya

dengan kesegaran yang ia bawa bersama dengan gemercik suara

hujan

yang memaksa ribuan ton air turun dengan begitu anggun dari awan-awan hitam

membawa harum aroma tanah

menghipnotis setiap indera

merefresh setiap pertemuan syaraf dalam tubuh

nyaman…

hujan

dengan nyanyian petir yang menari bersama kilatan cahaya

disatukan dengan deru angin yang menggetarkan setiap dahan

bentuk ketawazunan ciptaanNYA

hujan di mataku

seperti pesona keindahan pelangi yang membentang di antara langit dan bumi

Monday, June 7, 2010

Alloh yang memilihkannya untukku

hidup adalah sekumpulan pilihan

dan bagaimana pribadi seseorang dapat dilihat dari pilihan-pilihannya

ntah itu sifat, latar belakang pendidikan, tarbiyah, dan lain-lain.

aku,

termasuk ke dalam golongan orang yang berfikir dalam diam untuk menentukan pilihan.

banyak pertimbangan namun aku tak menampakkannya

tentu untuk pilihan yang sangat mempengaruhi perjalanan hidup, gesekan dengan amanah baik dalam hal akademik maupun organisasi formal-nonformal.

dan banyak moment dimana dilema adalah sesuatu yang membuat aku sedikit depresi.

mengobrak-abrik tingkat emosi

dan berhasil mengaktifkan tombol nonaktif pada aktivitasku

namun, sungguh di saat seperti itu,

aku merasakan tanganNYA berada di sampingku,

memilihkanku jalan terbaik bagi ketawazunan aktivitas dunia-akhirat

meski aku seringkali egois,

namun tanganNYA lah yang dengna begitu halus meluruskanku kembali ke koridor yang diridhoiNYA

DIA memilihkan aku yang terbaik

oleh karena itu, aku tak akan ragu lagi atas kepasrahanku kepadaNYA

akan semua hal dalam hidupku

rizki, jodoh, kematian,

semua ku pasrahkan kepadaNYA

segala puji bagiMU ya Robb...

Sunday, June 6, 2010

save the children



manusia mini bernama anak2 selalu menarik perhatian.
senyum
tawa
cemberut
sedih
tangis
merajuk
marah
berlarian
bahkan saat mereka sedang tidur menjadi sesuatu yang mempesona.

namun banyak manusia dewasa yang tak mengerti bagaimana pentingnya seorang anak bagi kelanjutan peradaban manusia.
buktinya
terlalu banyak berita setiap harinya yang kita dengar yang membahas perilaku kekerasan terhadap anak2 mereka sendiri,
padahal, anak adalah sebuah karunia yang bagi segolongan orang sangat mahal harganya.
kekerasan secara fisik bisa sembuh beberapa hari, beberapa bulan, atau beberapa tahun kemudian
namun kekerasan secara psikis yang selalu beriringan dengannya akan tersimpan di dalam memori bawah sadarnya,
tak perlu jauh2 mencontohkan perilaku kekerasan,
hal kecil saja:
seorang ibu atau ayah melotot ke anaknya
itu adalah kekerasan yang tak terlihat.

well, karena itu menjadi orang tua adalah hal yang tidak mudah
karena membutuhkan kesabaran dengan tingkat yang tidak terkirakan.
membutuhkan kreativitas yang tinggi untuk memberikan pengertian akan kesalahan anaknya tanpa menyakiti perasaan mereka.
menjadi orang tua adalah pekerjaan besar, sehingga membutuhkan hati2 yang besar pula.
menjadi orang tua (yang baik) adalah cara untuk menjadikan anak2 penerus perjuangan kita di masa yang akan datang.

save the children
to save our nation
to save our struggle
to save da'wah

NB:

terima kasih kepada kak hermawan wicaksono untuk fotonya yang keren

Friday, June 4, 2010

3 juni 2010: moment ketika aku berjalan sendiri

kamis, bertepatan dengan hari pertama penyebaran kuesioner, datang taklimat yang mengharuskan aku pergi ke monas, untuk membuktikan bahwa aku masih peduli akan Palestina dengan segala polemiknya.

tentu aku harus memilih, dengan begitu banyak pertimbangan, ketidakenakhatian, akhirnya aku berjalan ke monas, sendiri.
ke stasiun sendiri
beli tiket sendiri
nyari kereta sendiri
menyusuri gerbong kereta sendiri
mencari bangku yang masih kosong sendiri
celingukan sendiri
bengong pun sendiri
melihat ke luar jendela untuk memastikan stasiun2 yang ku lewati sendiri
terkantuk2 karena kelamaan sendiri
bangun kembali karna khawatir terlewat stasiunnya, maklum aku sendiri

keluar dari kereta api aku tersenyum karena rombongan orang dengan berbagai macam atribut dari partai itu berjalan menuju tempat yang sama dengan ku
setidaknya aku tidak sendiri di jalan ini
tentu, aku tidak kenal mereka,
yang aku tau, mereka dan aku sama dalam hal kepedulian kami tentang Palestina
mencintainya sama dengan mencintai negara sendiri
karna itulah aku merasa tidak sendiri ketika bersama mereka,

sendiri.....
aku suka sendiri saat karakter melankolis sedang mendominasi,
saat aku menjadi sangat sensitif dengan apapun yang terjadi di sekitarku.

aku suka sendiri...
saat langit menampakkan biru cintaNYA
saat bintang bersinar tanpa suramnya awan
saat mentari bersinar di pagi hari
atau saat bola merah itu kembali ke peraduan

Wednesday, June 2, 2010

long march 31 Mei 2010: Palestine, we care

kemarin,.... 31 Mei 2010

sejumlah massa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus se-Jabodetabek berkumpul di bundaran HI

menunjukkan kepedulian mereka kepada saudara seiman di Palestina.

kami, dari rombongan IPB sampai pukul 12 lewat sekian menit, langsung bergabung ke dalam barisan setelah berjubelan di musholla kecil untuk menunaikan Sholat.

kami, dengan berbagai background pendidikan, tergabung di sana...

dari SMP, SMA, dan tentu kami, para mahasiswa yang peduli akan isu kemanusiaan terbesar di dunia saat ini.

aku takjub dengan gelora semangat dari adik2 SMP dan SMA, berpanas2an dengan tubuh sekecil itu.

bahkan mungkin orang tuanya tidak tau anaknya sedang bergabung di HI untuk meneriakkan kecintaan mereka kepada Palestina.

aku, acungkan jempolku untuk mereka,

dan semoga mereka akan menjadi pemegang estafet perjuangan yang telah dan sedang kami pegang sekarang.

sedikit moment lucu di tengah barisan itu:

aku tiba2 jadi border akhwat :D

sebenarnya aku gamau jadi border, karena tarik2an **pengalaman beberapa kali jadi border** tapi karena bordernya putus,,,ya udah...aku merelakan diri jadi border.

melupakan telapak tangna yang sedang terluka karena alergi deterjen yang tak kunjung mau sembuh.

but, border itu keren kok.

hehe