Showing posts with label tausiyah. Show all posts
Showing posts with label tausiyah. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

empat penyakit hati

bismillah...
assalamu'alaykum wr wb...
subhanallah... sudah lama tidak mengunjungi blog ini. sibuk dengan blogku yang lain. mohon maaf ya blogku sayang.. *peluk*
dan wow... ternyata sebentar lagi ramadhan tiba...
aku merasa sangat takut akan usia yang aku tak tau apakah bisa sampai ke sana atau tidak.
semoga mendapatkan hadiah itu lagi tahun ini. aamiin.

kali ini saya akan berbagi taujih yang saya dapatkan pekan lalu. semoga bermanfaat ^^

empat penyakit yang perlu dihindari (apalagi menjelang ramadhan yang suci ini)
1. hati yang tidak khusyu'
yaitu hati yang liar dan tidak mampu diberikan nasihat. mengalahkan kerasnya sebongkah batu yang akan lapuk ketika ditetesi air.
kemudian, apa indikator hati yang khusyu'?
@ mudah menerima nasihat
@ cepat menerima taujih -> fokus mengoreksi diri sendiri ketika mendapatkan taujih.
tidak sibuk menerka2 taujih tersebut untuk si anu, si itu, si ini. tujukan semua taujih yang terdengar untuk diri sendiri.
@ mudah tersentuh oleh ayat-ayat Al Qur'an

2. sulit diajak ibadah
berapa banyak ilmu yang kita miliki, saudaraku?
kemudian bandingkan dengan apa yang sudah kita praktekkan.
apakah perbedaannya melebihi kesenjaganan sosial yang terjadi di negara kita? >,<
jangan sampai ilmu yang dimiliki menjadi tidak bermanfaat karena implementasinya NOL.

3. doa yang tidak didengar
Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNYa.
“Berdoalah niscaya aku akan mengabulkannya”
salah satu penyebab tidak dikabulkannya doa adalah banyak bermaksiat.
ketika belum dikabulkan... jadikan wasilah untuk bersabar serta mengoreksi diri.
just believe that Allah swt will always give us more than what we ask

4. nafsu yang tidak pernah puas
ada dua hal yang melemahkan manusia : cinta dunia dan takut mati dan disebut sebagai Wahn.
tak pernah terpuaskan dengan dunia... pasti menyebabkan manusia tersebut takut mati.

yupz..
itu adalah sedikit yang bisa ku bagikan kepada teman-teman semuanya.
semoga kita semua selalu terjaga di koridor kebaikan. aamiin.

marhaban ya Ramadhan...

Friday, May 20, 2011

Abraham maslow vs Ibrahim as

bismillah

inspirasi berharga pagi ini dari dr. Hilmi


masih ingat dengan gambar ini?
hirarki yang mengajarkan kita bahwa hal yang HARUS dipenuhi TERLEBIH DAHULU adalah FISIK [makanan, minuman, dan pakaian].

doktrin yang dikonsumsi sejak sekolah hingga kuliah dan secara tidak sadar membuat pola tersendiri dalam otak kita bahwa prioritas dalam hidup adalah materi, materi, dan materi. yang lainnya menjadi nomer ke sekian.
oleh karena itu, wajarlah jika manusia sekarang cenderung MATERIALISTIS.
banyak orang yang stuck di level "basic needs" atau di "safety needs" sehingga kepekaan sosial terhadap lingkungan sangat-sangat rendah. bisa dilihat bagaimana dampaknya sekarang: kesenjangan sosial yang nyata terlihat.
atau mungkin ada pula yang bisa melampaui itu namun terjebak di level "self esteem"
merasa bangga ketika dihormati sebagai seorang tokoh. bangga akan pencapaian diri dan akhirnya lupa akan hal yang lebih esensial.
kalau sudah begitu, bagaimana mungkin aktualisasi diri tercapai?

coba kita bandingkan dengan konsep yang dibawa bapak para nabi: Ibrahim as
konsep yang dia bawa adalah haji:
1. wukuf
2. melempar jumrah
3. thawaf
4. sa'i
5. minum air zamzam

konsep ini berbanding terbalik dengan apa yang dibawa oleh abraham.
hal mendasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah spiritual.
yaitu bagaimana interaksi kita kepada Alloh SWT. karena sehebat apapun manusia, ia tak akan pernah bisa lepas dari Tuhannya.
kemudian dilanjutkan dengna penghargaan terhadap diri kita dengan menghilangkan semua hal negatif.
berlanjut dengan meningkatkan hubungan sosial kita [lihat bagaimana thawaf terjadi, semua ras berkumpul menjadi satu. tak ada perbedaan], kemudian mencari keamanan dengan selalu berusaha seoptimal mungkin. dan kemudianyang terakhir adalah materi.
subhanalloh...
lihat bagaimana millah Ibrahim membeirkan pedoman sempurna untuk memperkokoh hubungan vertikal anatara manusia dengan Tuhan dan juga menjaga keseimbangan hubungan antar manusia.
dan bandingkan dengan pandangan sekuler yang mengedepankan materi yang diwakili oleh Maslow.

wallahu a'lam bish shawwab

matraman, 20 mei 2011
thanks to dr. hilmi atas tausiyahnya pagi ini.

sumber gambar 1

Tuesday, April 19, 2011

tentang sebuah kegagalan

bismillah

seperti sebuah lomba lari
ada beberapa peserta, yang mungkin dengan berbagai faktor, jatuh terjerembab di arena pertandingan
sakit, mungkin malu,, dirasakan saat itu
namun,,, seorang pemenang tak akan pernah mau berhenti atau menyerah begitu saja
mungkin gelar juara tidak bisa lagi diraih
tapi menyelesaikan pertandingan hingga garis finish adalah sebuah hal yang membanggakan

gagal, jatuh,,,
itu semua adalah sesuatu yang hanya bisa membuat kita semakin bertumbuh, matang.
jika kacamata yang kita pakai adalah keimanan dan husnudzon atas semua keputusan Alloh

kegagalan akan bersambung dengan dua jalur yang berbeda:
sabar dan durhaka

sering kali kualitas tarbiyah seseorang terlihat ketika ia tersungkur di jalan
sabarkah?
atau mencaci takdir?

sering kali, aku bersyukur atas sifat easy-going yang entah bagaimana begitu mendominasi diri
ketika gagal,,,
memang.. kecewa sering terselip dalam helaan nafas
namun cepat berganti dengan tawa
pun ketika kecewa dan kecewa yang seperti tak kunjung pergi
ada sekian banyak halte pengaduan yang tersedia: sholat, tilawah, dzikir,,,

Alloh, apapun yang terjadi sekarang
kegagalan, kepahitan,,,
semuanya ku terima,,,
karena Kau pun memberiku begitu banyak rona bahagia
manis.

Tuesday, February 1, 2011

masih ingin membuat ustadz [-ustadz itu] menangis?

tertanggal 31 januari 2011
22.30 wib


baru saja saya mengikuti agenda pelatihan untuk persiapan dauroh syahadah. subhanalloh, saya kagum dengan semangat-semangat mereka untuk memperbaiki bacaan Al Qur'an dan juga semangat mereka untuk menjadi bagian dari orang-orang yang membumikan al qur'an, menjadi seorang pengajar tahsin.
instrukturnya pun khusus datang dari jakarta ke dramaga hari minggu sore untuk mengajar kami. subhanalloh... *terharu saya*
durasi belajarnya pun tak terlalu lama, dari ba'da ashar hingga maghrib, kemudian diteruskan dari pukul 20.00 hingga 22.00.
sayang, saya cuma bisa menghadiri dari pukul 20.00 karena harus mengajar di bimbel :(( *alhamdulillah juga deng, karena masih bisa mengikutinya selama 2 jam*

di akhir agenda, ketika mata sudah ingin menutup [saya sih ga ngantuk sama sekali, karena sudah terbiasa untuk tidur di tengah malam. kalongdotkom]. instruktur bertausiyah.
begini ceritanya:
suatu ketika, di salah satu syuro ustadz dan beberapa orang yang lain sedang merumuskan muwashshofat aktivis dakwah. sang ustadz mengusulkan "membaca al qur'an dengan baik dan benar" menjadi salah satu muwashshofat tersebut. namun ada seorang peserta syuro yang berkata: "ustadz, bukankah yang lebih penting adalah mengamalkannya?"
sang ustadz pun menangis mendengar pendapat tersebut.
menangis karena membaca al qur'an sesuai dengan nabi muhammad saw dianggap "sepele dan kurang penting". padahal, bacaan seperti nabi muhammad itulah yang benar, yang insyaAlloh akan memberi kita lebih banyak fadhilah.
bagaimana bisa kita mengamalkannya jika membacanya saja kita masih patah-patah.
bukankah kita da'i sebelum menjadi apapun?
dan sepertinya ada yang mengganjal ketika seorang da'i tilawahnya bengkok disana-sini.
katanya mentor?
katanya murobbi?
jleb jleb jleb
*panah menusuk2 jantung*


bagi saya sendiri,
yang bacaannya masih harus sering dibenarkan
yang masih harus sering diingatkan
yang masih belum mampu mengingat hukum2 tajwid

saya sungguh iri kepada mereka yang tilawahnya mampu membuat hati saya bergetar
saya sungguh iri kepada mereka yang senandung bacaannya mampu membuatku terdiam dan menyimak sedalam-dalamnya
saya sungguh iri kepada mereka yang al qur'an terasa hidup di bibir mereka

dan subhanalloh, memang benar kata instruktur
ketika al qur'an dibaca dengan tajwidnya[yang benar], saya merasakan hal yang berbeda,
sangat berbeda jika dibandingkan dengan ketika dulu, sebelum mengenal tahsin
dan telinga ini menjadi terasa gatal ketika mendengar bacaan yang kurang baik
astaghfirulloh, meskipun saya masih sangat jauh dari sempurna, telinga ini menjadi begitu sensitif untuk bacaan yang kurang sesuai dengan tajwidnya. [ampuni aku ya Alloh]
ingin sekali saya membantu untuk membetulkan, tapi [bodohnya] saya masih sungkan. apalagi jika beliau adalah orang yang lebih tua. :((

saudaraku, mari kita perbaiki kembali tilawah kita.
insyaAlloh akan membantu kita menjadi lebih dekat kepada Alloh. aamiin.

Tuesday, December 21, 2010

keistimewaan mujahid[ah]

dari miqdam bin ma'dikarib, rasulullah saw bersabda
"seorang syahid di sisi Alloh swt mendapatkan enam keistimewaan:
Alloh mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya,
diperlihatkan tempat tinggalnya di surga
dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari guncangan terbesar [kiamat],
diletakkan di atas kepalanya sebuah mahkota mutu manikam
di sana ia lebih baik dari dunia seisinya
dinikahkan dengna 72 bidadari
dan dapat memberikan syafaat kepada 70 anggota keluarganya"
HR Tirmidzi dan Ibnu majah

pict taken here

sediakan selalu ruang untuk dibenci

[judul nyomot dari majalah tarbawi, tapi isinya murni pemikiran sendiri ^^v]

setiap manusia itu unik, memang dirinya unik dan respon terhadap orang2 unik itu pun unik.
ada yang sepertinya menyebalkan di hadapan orang lain, tapi di mata yang lain sangat menyenangkan.
ada yang terlalu baik, namun di mata beberapa orang terlihat sangat annoying.

itulah [sedikit] gambaran manusia yang tersurat pada Q.S. al hujurat 13.
oleh karena itu, sediakan selalu ruang untuk dibenci.
karena kita tak akan pernah mampu membuat semua orang menyukai kita apa adanya.
karena kita tak pernah bisa menjadi seperti yang semua orang inginkan.
bahkan nabi muhammad, sosok paling mulia di antara seluruh umat manusia, dibenci oleh sekelompok orang.
bagaimana dengan kita?sediakan selalu ruang untuk dibenci

Sunday, October 31, 2010

sebegitu sulitkah kau sholat di masjid, wahai ikhwan?

sholat yang utama kan di rumah Alloh,

kalau buat akhwat mah lebih diutamakan di rumah.

tapi sungguh, ketidaksyukuran itu tetap bergelayut di hati2 orang yang terlalu lama di tempat yang nyaman. zona nyaman.



lihat saudara2 kita di kazakhstan. sholat di tengah salju yang dinginnya minta ampun. di tengah lapangan [ga banyak masjid di sana]. dan sepatunya dicopot. subhanalloh.. lingkungan memang menempa keimanan seseorang.



masjid [atau musholla] kita telah dibuat senyaman mungkin, seindah mungkin agar para jamaah betah sholat di sana. tapi kenyataannya? kalah ramai dengan list manusia yang online di fesbuk.



semoga Alloh melembutkan hati2 kita yang akan menyambut panggilan suci dariNYA dengan berlari ke rumah2NYA. merundukkan wajah serendah2nya di hadapan Robb semesta alam.



sumber: kaskus.us

Wednesday, October 13, 2010

coba lihat, apa yang hilang dari diri kita?

sejenak lalu aku membaca tarbawi edisi 2003.
jadul... tapi sungguh, membuatku kembali terhenyak [untuk kesekian kalinya] dan berfikir. mengoreksi diri.


ya, ternyata kita bukanlah kita yang dulu.
kita bukanlah kanak-kanak yang dengan demikian polosnya menilai semua yang kita liat dengan kesederhanaan anak kecil.
kita pun bukan lagi seorang anak yang selalu bergantung dengan orang tua.
kita memiliki kendali untuk menentukan langkah kita, apapun paksaan yang kita terima dari luar.
garis-garis hidup ini tidak datar... bergelombang setiap waktunya, berbeda di setiap lembarnya
dan tiba-tiba saja kita menjadi sosok yang lain dari kemarin-kemarin.


kehidupan kita yang baru, termasuk pergaulan dan semua masalah yang menjadi satu paket di dalamnya
tidak bisa dihadapi dengan dunia kita yang lama.
sebab, tantangan hidup yang baru tidak bisa ditundukkan dengan kebesaran kita di masa lalu.


jika dulu kita bergelimang dengan semua popularitas, atau dalam kesenangan dunia yang mengalihkan akhirat dari posisi utama
sekaranglah saatnya untuk meneguhkan diri sekuat jiwa,
untuk mengejar akhirat, mengingat kematian dan menyelimuti seluruh jiwa dengan rasa takut yang mendalam akan hari pembalasan
"dan barang siapa yang ingin mengejar surga dan ingin berlari dari neraka, sekarang inilah saatnya. saat taubat masih diterima, saat dosa masih diampuni. sebelum ajal memenggal, sebelum amal terputus, sebelum Alloh swt menghitung perbuaran manusia di tempat yang tidak diterima lagi persembahan, tidak berguna lagi alasan-alasan. yang tersembunyi menjadi nampak, syafaatnya tidak berfungsi lagi. manusia berbondong-bondong dengan amal perbuatannya. datang dengan bercerai berai menuju kedudukan masing-masing. maka beruntunglah hari itu mereka yang menaati Alloh dan binasalah mereka yang memaksiati Alloh." [umar bin abdul aziz]


setiap orang pasti akan kehilangan sebagian atau seluruh dirinya yang ia miliki dahulu, tetapi tidak semua orang mampu mencari penggantinya yang baru.
1. kehilangan gairah dan semangat penghambaan
abu darda' "sesungguhnya di antara tanda kepahaman seorang hamba adalah menjaga imannya dari hal-hal yang bisa menguranginya. serta memahami apakah sedang bertambah atau berkurang imannya tersebut"
2. kehilangan keaslian dan kejujuran kita
suara hati yang tidak pernah berdusta adalah wajah dari keaslian kita, namun beban hidup telah menggerusnya perlahan-lahan sehingga diri ini menjadi sombong di muka bumi
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." [q.s al israa 37]
Abdullah Ibnu Masud RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang tidak akan mampu masuk surga jika ia mempunyai suatu keangkuhan sekecil apapun.” (Muslim)
3. kehilangan akan hal-hal di luar kemampuan kita untuk menahannya
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. " [q.s al baqarah 155]
dan tidak ada yang mampu kita lakukan selain bersabar....

Thursday, June 17, 2010

ujian terberat

ujian terberat setelah mau adalah kesungguhan
ujian terberat setelah bisa adalah kesungguhan
bisa itu bagus
tapi jika kebisaan tidak kita lakukan dengan kesungguhan, akan menghasilkan pekerjaan yang tidak paripurna


kita bisa membaca al qur'an
tapi apakah kita telah sungguh2 membacanya dengan benar?
apakah kita telah memperbaiki tajwid yang merupakan kunci dari membaca al qur'an?
manusia, yang cepat puas akan


ujian terberat setelah mampu adalah kesungguhan
mampu adalah soal kapasitas
tapi kesungguhan adalah bagaimana menggunakan kapasitas itu untuk hasil maksimal yang diharapkan


banyak dari kita yang memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu hal
namun itu tidak selalu berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh.
kita semua mampu menulis, namun kita jarang mengasah kemampuan tersebut
sehingga mampu itu hanya berakhir pada tulisan2 sampah. tidak berarti.
sedangkan kita adalah da'i yang dari sanalah kita semua berawal sebelum menjadi yang lain.
dengan tulisan, kita tidak perlu terlalu banyak berbicara.
karena kita menulis sekali
namun bisa saja tulisan itu dibaca oleh sekian banyak orang, sekian kali, di sekian wilayah.
apapun bisa terjadi dengan-oleh-karena tulisan kita.
tak ada yang tau, kan? [ayo menulis...!!!]


ujian terberat setelah otoritas adalah kesungguhan
otoritas memberi kita pembenar di mata hukum
legalitas di mata konsensus
tetapi kesungguhan adalah bagaimana otoritas itu digunakan dengan benar, maksimal, dan tepat.
masih ingat dengan dana aspirasi DPR?
sedikit dari banyak contoh betapa banyaknya anggota legislatif yang tidak sungguh2 dalam menjalankan apa yang menjadi amanah mereka.
sedangkan mereka memiliki otoritas tinggi di mata pemerintahan.
ironis.


kesungguhan menunjukkan bagaimana kualitas seseorang.

sumber: tarbawi, otak

Wednesday, June 9, 2010

penyebab ketidaknikmatan dalam membaca Al Qur'an

ulama adalah orang-orang yang tidak pernah bosan dengan lembaran Al Qur'an
mereka senantiasa mengisi hari dengan tilawah, berkhalwat dengan Robbnya.
kenikmatan dalam membaca Al Qur'an telah mereka rasakan sehingga tilawah tidak menjadi beban bagi mereka
kemudian, banyak dari kita yang masih belum mengecap nikmat dari tilawatil Qur'an


sedikit p elajaran yang saya dapatkan dari seorang Ustadz yang saya kagumi

beberapa penyebab kita tidak merasakan nikmat ketika membaca Al Qur'an
1. secara dzohir
kurang/tidak bisanya bahasa arab
lembaran-lembaran Al Qur'an tersusun atas bahasa arab,
jika kita tak mengerti bahasa arab, bagaimana kita bisa mengerti apa yang sedang kita baca?
memang,kita terbantu dengan adanya terjemahan yang telah dibuat oleh para ulama kita
namun kita tau arti tersebut ketika kita membaca terjemahannya, bukan saat kita membaca Al Qur'an

bukankah kenikmatan itu akan lebih terasa saat kita benar-benar mengerti apa yang sedang kita baca?
seperti kenikmatan yang kita rasakan ketika bersenandung riang dengan lagu-lagu buatan manusia
kita menikmatinya, karena kita paham arti yang terkandung dalam lagu yang kita nyanyikan
2. secara ruhiyah
kondisi ruhiyah yang bermasalah, ketidaknyamanan ketika berinteraksi dengan ikhwah
atau perangkat-perangkat tarbiyah. hal itu kemungkinan besar berkorelasi positif dengan dosa-dosa yang telah kita perbuat
oleh karena itu, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah ber-istighfar kepada Alloh,    memohon ampun atas dosa2 kita.
kemudian memohon agar Alloh membantu kita untuk membaca Al Qur'an dengan khusyu' sehingga mampu mengecap kenikmatan yang telah dirasakan oleh ulama-ulama kita.



Cinta al qur'an....

Tuesday, March 30, 2010

kenapa engkau tidak takut?

Ibnu wahb mendengar ayat yang artinya

“dan ketika mereka saling berdebat di neraka…”

Ia jatuh pingsan di rumahnya dan menjelang akhir siang, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Umar bin Khattab r.a. mendengar sejumlah surat, kemudian beliau langsung lemas dan jatuh sakit selama 1 bulan, air matanya becucuran karena menyesal.

Sufyan membaca surat Az Zalzalah ia langsung jatuh tersungkur dan merasa bahwa ajalnya telah dekat.

Musa as tersungkur pingsan karena takut pada Alloh.

Yusha hatinya dipenuhi kekhawatiran akan dosa.

Banyak ulama yang pingsan karena ketakutannya kepada Alloh.

Bahkan sebagian orang shaleh di wajah mereka membekas garis bekas tangisan.

Coba kita tengok kepada diri kita sendiri,,,apakah hati kita bergetar saat bibir mengucapkan ayat-ayatNYA setiap hari, 1 juz per hari.. Atau kita hanya sekedar mengejar targetan yaumiyah yang seperti “menghantui” kita.

Apakah kita juga masih belum dapat menikmati istirahat dalam sholat-sholat kita?

Kita enggan berwudhu hanya karena airnya dingin, sedang Hanzalah dimandikan malaikat di langit.

Kita pun masih dengan sadar melawan panggilan Hayya ‘alal falaah…sedangkan Mush’ab bin umair mengajukan dadanya untuk tertembus tombak.

Ataukah shirah Rasul dan Sahabat-sahabatnya yang mulia hanya menjadi dongeng tanpa ada usaha untuk merealisasikannya?

Sedang kita tau bahwa diri kita masih sangat jauh dari kualitas para sahabat…

Sedang kita tau bahwa siksa Alloh nyata adanya di akhirat nanti.

Kenapa engkau masih tidak takut?



Sunday, February 28, 2010

mencegah dari perbuatan dosa

dari sebuah majelis yang sederhana namun sangat keren

ada beberapa cara untuk melindungi diri dari perbuatan dosa

1. ittiba' Rasululloh

2. mendirikan sholat dengan khusyu' dan menyempurnakan wudhu'

3. Qiyamul lail dan membaca al Qur'an

4. mencari dan membentuk lingkungan yang baik, yaitu lingkungan yang dapat mendekatkan diri kita kepada Alloh

5. membentengi diri dari gangguan setan. yaitu dengan menanamkan keikhlasan dan istiqomah dalam beribadah

6. senantiasa berupaya untuk jujur, baik dalam lisan, perbuatan maupun hati

7. memperbanyak amal sholeh

8. berupaya meningkatkan ketakwaan kepada Alloh

9. berupaya untuk meraih karunia dan rahmat Alloh

10. meningkatkan keimanan dan mengkonsumsi makanan halal, toyyib, dan tidak berlebih-lebihan

11. senantiasa mensyukuri nikmat dan rahmat Alloh.

12. berupaya sekuat tenaga untuk menghindari perbuatan dosa besar

***kajian rutin LDK al HUrriyyah, 1 maret 2010***

Monday, February 8, 2010

waktu

"barang siapa yang membunuh waktunya, sesungguhnya ia telah membunuh dirinya sendiri. karena waktu adalah kehidupan itu sendiri."

kehidupan itu tak ada jika waktu tiada.

hidup kita pun bergantung dengan waktu yang terus bergulir tiada henti. tak peduli ada badai maupun topan melanda, waktu terus berputar,,..tak ada yang dapat menghentikannya kecuali Zat yang menciptakannya.

"waktu adalah kekuatan yang tak terkalahkan"

jangka waktu kita hidup di dunia terbatas, namun Maha Bijak Alloh swt yang tak memberitau hamba-hambaNYA kapan maut menjemput.

karena dengan itu DIA akan tau siapa yang istiqomah dengan amal-amal ibadah kepadaNYA, dan siapa yang ingat kepadaNYA hanya saat musibah datang.

dengan keterbatasan dan ketidaktauan itu tentu seorang manusia yang bijak dapat menentukan apa yang akan dia lakukan, agar mendapatkan hasil optimal dengan waktu yang ada.

tak hanya bersenang-senang memburu kebahagiaan yang semu, atau hanya melakukan hal sia-sia untuk membunuh (membuang) waktu.

"Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati dengan kesabaran" Q.S. Al Ashr

tentang cinta

mencintai itu butuh keberanian..

keberanian untuk selalu memberi dan melupakan tentang menerima

mencintai itu pun butuh kerelaan

rela mendahulukan kepentingan yang lain, sesuatu yang kita cintai

ya, cinta itu dekat artinya dengan sebuah pengorbanan

sebuah pengorbanan itu akan bernilai lebih jika ada cinta di belakangnya

cinta kepada Alloh,

tentu dibarengi dengan kerelaan hati untuk selalu menjalankan apapun yang DIA perintahkan, meski kita lapar, haus, sakit, lelah, berdarah..

semua kita lakukan dengan rela, ikhlas.

cinta kepada orang tua,

selalu beriringan dengan kesungguhan hati untuk menunaikan amanah2 yang diberikan ke pundak kita. seberapapun sulitnya hal itu.

cinta kepada dakwah...

tentu selalu beririsan dengan senyum saat tugas melipah ruah dan bahkan saat kecewa sempat mendera.

hanya cinta yang berada di koridor syariatNYA yang dapat bertahan hingga nyawa tercerabut dari raga yang fana. bahkan berlanjut di kehidupan berikutnya yang kekal abadi.

Wednesday, February 3, 2010

begitu dekat, hingga tak teraba keberadaannya



setiap hari, setiap detik, manusia tak pernah bisa lepas dari komunikasi dengan sesamanya.
bahkan ketika diam, ia pun sedang berkomunikasi dengan mereka : tidak mau diganggu.
setiap manusia memiliki kelompok berinteraksi: keluarga, teman sekelas, teman satu pekerjaan, dsb.
dan tanpa disadari, mereka sudah menjadi satu bagian dalam hidup kita.
tentu, dalam kebersamaan itu ada hal yang tidak disukai dari orang-orang yang bersama kita,
namun tetap selalu ada alasan untuk mencintai mereka, berada di sekeliling mereka dengan segala konsekuensinya.

orang-orang dekat yang senantiasa bersama kita, sering kali kita lupa betapa berharganya mereka.
ya, menghargai seseorang selalu lebih tinggi dari mencintai.
karena mencintai biasanya berlatarbelakang alasan subjektif, tidak independen, dan kadang sentimentil
sedangkan menghargai, diperlukan nalar, kesadaran lebih, dan alasan objektif.
maka ada yang bisa mencintai tapi tak bisa menghargai dan
ada yang mampu menghargai namun tak bisa mencintai.

kita tak bisa menjadi sama dengan orang lain, karena kita berbeda. kita unik dengan karakteristik masing-masing.
kita bersama dengan ketidaksamaan itu, justru karena kita saling memerlukan.
oleh karena itu, kita harus bisa menghargai satu sama lain.
menghargai itu harus, siapapun dia. karena penghargaan terhadap orang adalah cermin dari kualitas kemanusiaan.


karena kita hanya perempuan itu, laki-laki itu,,yang punya saat-saat lupa
bahwa orang-orang di sekitar kita adalah orang-orang yang berharga bagi keberlangsungan kita.
***dari tarbawi, 11 februari 2010