sungai yang terlalu lama tersumbat, pasti akan menimbulkan bau busuk di suatu ketika
atau meluap saat jutaan larik hujan jatuh melebur bersamanya
13 jam yang lalu, sungai itu mampu menemukan celah
yang membawanya pada muara,
membebaskannya pada laut hingga menyatu dengan samudera
Saturday, October 23, 2010
Wednesday, October 13, 2010
coba lihat, apa yang hilang dari diri kita?
sejenak lalu aku membaca tarbawi edisi 2003.
jadul... tapi sungguh, membuatku kembali terhenyak [untuk kesekian kalinya] dan berfikir. mengoreksi diri.
ya, ternyata kita bukanlah kita yang dulu.
kita bukanlah kanak-kanak yang dengan demikian polosnya menilai semua yang kita liat dengan kesederhanaan anak kecil.
kita pun bukan lagi seorang anak yang selalu bergantung dengan orang tua.
kita memiliki kendali untuk menentukan langkah kita, apapun paksaan yang kita terima dari luar.
garis-garis hidup ini tidak datar... bergelombang setiap waktunya, berbeda di setiap lembarnya
dan tiba-tiba saja kita menjadi sosok yang lain dari kemarin-kemarin.
kehidupan kita yang baru, termasuk pergaulan dan semua masalah yang menjadi satu paket di dalamnya
tidak bisa dihadapi dengan dunia kita yang lama.
sebab, tantangan hidup yang baru tidak bisa ditundukkan dengan kebesaran kita di masa lalu.
jika dulu kita bergelimang dengan semua popularitas, atau dalam kesenangan dunia yang mengalihkan akhirat dari posisi utama
sekaranglah saatnya untuk meneguhkan diri sekuat jiwa,
untuk mengejar akhirat, mengingat kematian dan menyelimuti seluruh jiwa dengan rasa takut yang mendalam akan hari pembalasan
"dan barang siapa yang ingin mengejar surga dan ingin berlari dari neraka, sekarang inilah saatnya. saat taubat masih diterima, saat dosa masih diampuni. sebelum ajal memenggal, sebelum amal terputus, sebelum Alloh swt menghitung perbuaran manusia di tempat yang tidak diterima lagi persembahan, tidak berguna lagi alasan-alasan. yang tersembunyi menjadi nampak, syafaatnya tidak berfungsi lagi. manusia berbondong-bondong dengan amal perbuatannya. datang dengan bercerai berai menuju kedudukan masing-masing. maka beruntunglah hari itu mereka yang menaati Alloh dan binasalah mereka yang memaksiati Alloh." [umar bin abdul aziz]
setiap orang pasti akan kehilangan sebagian atau seluruh dirinya yang ia miliki dahulu, tetapi tidak semua orang mampu mencari penggantinya yang baru.
1. kehilangan gairah dan semangat penghambaan
abu darda' "sesungguhnya di antara tanda kepahaman seorang hamba adalah menjaga imannya dari hal-hal yang bisa menguranginya. serta memahami apakah sedang bertambah atau berkurang imannya tersebut"
2. kehilangan keaslian dan kejujuran kita
suara hati yang tidak pernah berdusta adalah wajah dari keaslian kita, namun beban hidup telah menggerusnya perlahan-lahan sehingga diri ini menjadi sombong di muka bumi
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." [q.s al israa 37]
Abdullah Ibnu Masud RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang tidak akan mampu masuk surga jika ia mempunyai suatu keangkuhan sekecil apapun.” (Muslim)
3. kehilangan akan hal-hal di luar kemampuan kita untuk menahannya
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. " [q.s al baqarah 155]
dan tidak ada yang mampu kita lakukan selain bersabar....

jadul... tapi sungguh, membuatku kembali terhenyak [untuk kesekian kalinya] dan berfikir. mengoreksi diri.
ya, ternyata kita bukanlah kita yang dulu.
kita bukanlah kanak-kanak yang dengan demikian polosnya menilai semua yang kita liat dengan kesederhanaan anak kecil.
kita pun bukan lagi seorang anak yang selalu bergantung dengan orang tua.
kita memiliki kendali untuk menentukan langkah kita, apapun paksaan yang kita terima dari luar.
garis-garis hidup ini tidak datar... bergelombang setiap waktunya, berbeda di setiap lembarnya
dan tiba-tiba saja kita menjadi sosok yang lain dari kemarin-kemarin.
kehidupan kita yang baru, termasuk pergaulan dan semua masalah yang menjadi satu paket di dalamnya
tidak bisa dihadapi dengan dunia kita yang lama.
sebab, tantangan hidup yang baru tidak bisa ditundukkan dengan kebesaran kita di masa lalu.
jika dulu kita bergelimang dengan semua popularitas, atau dalam kesenangan dunia yang mengalihkan akhirat dari posisi utama
sekaranglah saatnya untuk meneguhkan diri sekuat jiwa,
untuk mengejar akhirat, mengingat kematian dan menyelimuti seluruh jiwa dengan rasa takut yang mendalam akan hari pembalasan
"dan barang siapa yang ingin mengejar surga dan ingin berlari dari neraka, sekarang inilah saatnya. saat taubat masih diterima, saat dosa masih diampuni. sebelum ajal memenggal, sebelum amal terputus, sebelum Alloh swt menghitung perbuaran manusia di tempat yang tidak diterima lagi persembahan, tidak berguna lagi alasan-alasan. yang tersembunyi menjadi nampak, syafaatnya tidak berfungsi lagi. manusia berbondong-bondong dengan amal perbuatannya. datang dengan bercerai berai menuju kedudukan masing-masing. maka beruntunglah hari itu mereka yang menaati Alloh dan binasalah mereka yang memaksiati Alloh." [umar bin abdul aziz]
setiap orang pasti akan kehilangan sebagian atau seluruh dirinya yang ia miliki dahulu, tetapi tidak semua orang mampu mencari penggantinya yang baru.
1. kehilangan gairah dan semangat penghambaan
abu darda' "sesungguhnya di antara tanda kepahaman seorang hamba adalah menjaga imannya dari hal-hal yang bisa menguranginya. serta memahami apakah sedang bertambah atau berkurang imannya tersebut"
2. kehilangan keaslian dan kejujuran kita
suara hati yang tidak pernah berdusta adalah wajah dari keaslian kita, namun beban hidup telah menggerusnya perlahan-lahan sehingga diri ini menjadi sombong di muka bumi
"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." [q.s al israa 37]
Abdullah Ibnu Masud RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang tidak akan mampu masuk surga jika ia mempunyai suatu keangkuhan sekecil apapun.” (Muslim)
3. kehilangan akan hal-hal di luar kemampuan kita untuk menahannya
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. " [q.s al baqarah 155]
dan tidak ada yang mampu kita lakukan selain bersabar....
Saturday, October 9, 2010
terima kasih
Kau, kembali menjadi wadah tumpah ruahnya semua keluh kesah
Menampung semua limbah pikiran yang terlanjur terakumulasi
Menerimanya tanpa protes
Bahkan mendaur ulangnya menjadi energy baru bagiku
Selalu begitu, hati yang penat kembali terisi dengan pikiran positif
Bagaimana aku akan berterima kasih padamu?
Sedangkan kata-kata itu selalu menghiasi tiap hari yang terangkai bersamamu, meski tersirat kadang…
Apakah aku harus mengukirkan namamu pada baris akhir coretan ini untukmu?
Tapi aku lebih memilih menghembuskan dua kata itu pada hujan yang selalu meningkahi kisah kita
Berharap, rombongan air yang berpindah dari tempatku kepadamu
memuat ribuan terima kasihku dan membasahimu dengannya

Menampung semua limbah pikiran yang terlanjur terakumulasi
Menerimanya tanpa protes
Bahkan mendaur ulangnya menjadi energy baru bagiku
Selalu begitu, hati yang penat kembali terisi dengan pikiran positif
Bagaimana aku akan berterima kasih padamu?
Sedangkan kata-kata itu selalu menghiasi tiap hari yang terangkai bersamamu, meski tersirat kadang…
Apakah aku harus mengukirkan namamu pada baris akhir coretan ini untukmu?
Tapi aku lebih memilih menghembuskan dua kata itu pada hujan yang selalu meningkahi kisah kita
Berharap, rombongan air yang berpindah dari tempatku kepadamu
memuat ribuan terima kasihku dan membasahimu dengannya
Labels:
coretan tangan,
friendship,
poem
Thursday, October 7, 2010
tentang skripsi
skripsi artinya
pusing-memotivasi diri
capek-jaga kesehatan
males makan-tapi harus makan
begadang-tapi harus banyak istirahat
sensi-kontrol emosi
gampang stress-jaga ibadah
berasa madesu-menyemangati dan disemangati
skripsi itu...
sebuah proses tarbiyah yang pasti dirasakan oleh semua manusia bergelar mahasiswa
sulit yang cepat berganti-ganti dengan mudah membuat kita tau seberapa besar kapasitas kita untuk mengatur dan memimpin diri sendiri
jalan [agak] panjang untuk mendapatkan legalitas menyematkan gelar S.** ... di belakang nama masing-masing itu...
banyak membuat setiap titik terendah dalam episode itu menjadi moment koreksi diri...
dan memang membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit
waktu, pikiran, dana...
bahkan kesehatan psikologis sering kali terpengaruh
ketika tak mampu dikelola...
dan jika kondisi ruhiyah tak mampu dipertahankan,,,
hanya lelah dan lelah lah yang akan dirasakan,
bukan kenikmatan...
renungan di pagi hari
2 oktober 2010

pusing-memotivasi diri
capek-jaga kesehatan
males makan-tapi harus makan
begadang-tapi harus banyak istirahat
sensi-kontrol emosi
gampang stress-jaga ibadah
berasa madesu-menyemangati dan disemangati
skripsi itu...
sebuah proses tarbiyah yang pasti dirasakan oleh semua manusia bergelar mahasiswa
sulit yang cepat berganti-ganti dengan mudah membuat kita tau seberapa besar kapasitas kita untuk mengatur dan memimpin diri sendiri
jalan [agak] panjang untuk mendapatkan legalitas menyematkan gelar S.** ... di belakang nama masing-masing itu...
banyak membuat setiap titik terendah dalam episode itu menjadi moment koreksi diri...
dan memang membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit
waktu, pikiran, dana...
bahkan kesehatan psikologis sering kali terpengaruh
ketika tak mampu dikelola...
dan jika kondisi ruhiyah tak mampu dipertahankan,,,
hanya lelah dan lelah lah yang akan dirasakan,
bukan kenikmatan...
renungan di pagi hari
2 oktober 2010
Wednesday, September 22, 2010
inilah jalan ninjaku
semua orang memiliki kepribadian yang berbeda,
jalan pikir yang berbeda,
menanggapi permasalahan dengan cara yang berbeda,
bahkan menyayangi seseorang dengan cara yang berbeda.
unik.
karena itulah Alloh menurunkan surat Al Hujurat: 13.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal."
aku, terlahir dalam sebuah keluarga yang cintanya tak terbahasakan,
yang bahkan harus meraba-raba setiap gerak cinta dari setiap anggota keluarga.
begitulah aku kini, yang tak mampu mengungkapkan getaran cintaku kepada saudaraku sendiri.
entah, lidahku kelu ketika ingin mengungkapkannya dengan bahasa yang indah.
aku hanya mampu menuliskannya lewat goretan2 pena,
atau mempublikasikannya di blog-blog yang aku punya
inilah aku,
seorang ninja yang selalu berkelebat dalam bayang2 malam
yang mencintaimu meski kau tak mampu meraba keberadaannya
inilah jalan ninjaku, untuk mencintaimu, mencintainya, dan mencintaiku sendiri.

jalan pikir yang berbeda,
menanggapi permasalahan dengan cara yang berbeda,
bahkan menyayangi seseorang dengan cara yang berbeda.
unik.
karena itulah Alloh menurunkan surat Al Hujurat: 13.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal."
aku, terlahir dalam sebuah keluarga yang cintanya tak terbahasakan,
yang bahkan harus meraba-raba setiap gerak cinta dari setiap anggota keluarga.
begitulah aku kini, yang tak mampu mengungkapkan getaran cintaku kepada saudaraku sendiri.
entah, lidahku kelu ketika ingin mengungkapkannya dengan bahasa yang indah.
aku hanya mampu menuliskannya lewat goretan2 pena,
atau mempublikasikannya di blog-blog yang aku punya
inilah aku,
seorang ninja yang selalu berkelebat dalam bayang2 malam
yang mencintaimu meski kau tak mampu meraba keberadaannya
inilah jalan ninjaku, untuk mencintaimu, mencintainya, dan mencintaiku sendiri.
Labels:
coretan tangan,
susie89's world
Tuesday, September 21, 2010
aku bersamaMU
Ba’da isya, dadaku bergetar hebat. 
Entah kenapa. Seperti ada yang akan terjadi.
Seketika aku berdo’a kepadaMU, Sang Khalik, agar ditenangkan jiwa dan dinormalkan kembali debaran ini. Dan entah bagaimana, ketika bibir bergetar memohon perlindungan kepadaMU bola mata ini memanas… dan aliran sungai yang hangat itu mengaliri kedua pipi.
Aku merasa sangat tak berdaya, semua kesombonganku sebagai seorang manusia lenyap tak berbekas Ketakutan, pengharapan yang sangat, merasa butuh-sangatbutuh bahkan, berpilin menjadi sebuah tali kokoh yang menghubungkan hati ini kepadaMU. Robb, sungguh aku merasa benar-benar sedang bersimpuh di hadapanMU sebagai hamba yang lemah.
Ya Alloh, semua sedu sedan itu sebagian aku tau alasannya Namun sebagian yang lain aku bahkan tak mengerti… Mata ini tak berhenti mengalirkan air dan membasahi mukena yang kupakai.
Ya Alloh, hati ini terasa ringan setelah aku kehabisan air mata dan sesak bernafas ketika memohon kepadaMU. Mahasuci Engkau…
Ya Alloh, sungguh aku bersyukur atas nikmat air mata yang Kau berikan padaku malam ini. Semoga hatiku menjadi lebih lembut dan peka akan semua peringatanMU kepadaku.
Dan aku paham, semua adegan yang kulalui selama ini merupakan skenarioMU untukku, untuk mendewasakanku. Agar aku tau, semakin tau dan faham bahwa dengan apa yang kulihat, ku dengar, ku raba, dan ku sentuh, ada KAU di sana.
Laa ilaahaillalloh,,,muhammadurrosululloh…
Alfarabi, 19 September 2010
the pict taken here

Entah kenapa. Seperti ada yang akan terjadi.
Seketika aku berdo’a kepadaMU, Sang Khalik, agar ditenangkan jiwa dan dinormalkan kembali debaran ini. Dan entah bagaimana, ketika bibir bergetar memohon perlindungan kepadaMU bola mata ini memanas… dan aliran sungai yang hangat itu mengaliri kedua pipi.
Aku merasa sangat tak berdaya, semua kesombonganku sebagai seorang manusia lenyap tak berbekas Ketakutan, pengharapan yang sangat, merasa butuh-sangatbutuh bahkan, berpilin menjadi sebuah tali kokoh yang menghubungkan hati ini kepadaMU. Robb, sungguh aku merasa benar-benar sedang bersimpuh di hadapanMU sebagai hamba yang lemah.
Ya Alloh, semua sedu sedan itu sebagian aku tau alasannya Namun sebagian yang lain aku bahkan tak mengerti… Mata ini tak berhenti mengalirkan air dan membasahi mukena yang kupakai.
Ya Alloh, hati ini terasa ringan setelah aku kehabisan air mata dan sesak bernafas ketika memohon kepadaMU. Mahasuci Engkau…
Ya Alloh, sungguh aku bersyukur atas nikmat air mata yang Kau berikan padaku malam ini. Semoga hatiku menjadi lebih lembut dan peka akan semua peringatanMU kepadaku.
Dan aku paham, semua adegan yang kulalui selama ini merupakan skenarioMU untukku, untuk mendewasakanku. Agar aku tau, semakin tau dan faham bahwa dengan apa yang kulihat, ku dengar, ku raba, dan ku sentuh, ada KAU di sana.
Laa ilaahaillalloh,,,muhammadurrosululloh…
Alfarabi, 19 September 2010
the pict taken here
Friday, September 17, 2010
langit di ujung pandangan
aku mencintai langit seperti aku mencintaimu
langit, di mana biru selalu menjadi latar belakang dari semua warna
meski kadang biru harus mengalah pada hitam yang (juga) mempesona
dan ajaib, semua warna yang terlukis di sana selalu harmonis,
tak seperti pelukis yang berfikir keras untuk memadukan warna ini dengan itu
langit selalu bebas dihiasi awan warna-warni, indah
langit selalu menjadi pengobat lara di hati
ketika diam dan selimut cokelat tak mampu meredakannya
langit selalu mampu mengekspresikan semua hal yang ada di hati
gumpalan awan yang berarak entah bagaimana caranya memiliki banyak bentuk di mataku
namun aku paling cinta langit di atas rumahku, di ujung timur pulau sumatera
horison langit yang luas seperti memberikan layar bioskop raksasa
yang menampilkan jutaan bintang saat malam dan
awan putih yang seperti kapas saat mentari tersenyum pada bumi
ah, kau...
andai kau bisa melihatnya seperti aku
kau pasti jatuh cinta pada langit itu, seperti aku
aku tak pernah berhasil untuk tidak memandangnya ketika aku berjalan di bawahnya
aku pun tak pernah bisa menghindar untuk tidak ternganga ketika aku duduk di dekat jendela rumah
suka suka langit...
:-*
pict taken here

langit, di mana biru selalu menjadi latar belakang dari semua warna
meski kadang biru harus mengalah pada hitam yang (juga) mempesona
dan ajaib, semua warna yang terlukis di sana selalu harmonis,
tak seperti pelukis yang berfikir keras untuk memadukan warna ini dengan itu
langit selalu bebas dihiasi awan warna-warni, indah
langit selalu menjadi pengobat lara di hati
ketika diam dan selimut cokelat tak mampu meredakannya
langit selalu mampu mengekspresikan semua hal yang ada di hati
gumpalan awan yang berarak entah bagaimana caranya memiliki banyak bentuk di mataku
namun aku paling cinta langit di atas rumahku, di ujung timur pulau sumatera
horison langit yang luas seperti memberikan layar bioskop raksasa
yang menampilkan jutaan bintang saat malam dan
awan putih yang seperti kapas saat mentari tersenyum pada bumi
ah, kau...
andai kau bisa melihatnya seperti aku
kau pasti jatuh cinta pada langit itu, seperti aku
aku tak pernah berhasil untuk tidak memandangnya ketika aku berjalan di bawahnya
aku pun tak pernah bisa menghindar untuk tidak ternganga ketika aku duduk di dekat jendela rumah
suka suka langit...
:-*
pict taken here
Labels:
around my world,
susie89's world
Subscribe to:
Posts (Atom)